Aku terlahir sebagai anak tunggal, tepatnya anak yg diidam idamkan kedua orang tuaku. Mereka sempat bercerita sepuluh tahun menunggu dan lahirlah aku.
Aku dilahirkan dalam keluarga sederhana penuh perhatian dan kasih sayang tentunya, tp itu tak berlangsung lama hanya sampai kls 6 SD aku mendadak ditinggal papa, papa pergi untuk selamanya. Pdhl saat itu hidup kami sudah cukup mapan atas usaha papa yg melaju pesat. Tinggalah aku bersama mama dan itupun hanya dua tahun saja mama pergi menyusul papa saat melahirkan adik dari suami kedua setelah papa.
Mulai saat itu hidupku berubah total, dari yg semula dimanjakan sebagai anak tunggal aku berjuang mandiri mengurus hidupku sendiri, harta peninggalan orang tua dipegang sodara yg katanya mau mengurusku sampai sukses kelak tp dengan kenyataan yg NOL besar. Dicurangi iyaa dengan kata lain dicurangi.
Hidupku tak terkendali tanpa pengawasan org tua hidupku hancur begitu saja, aku pacaran dengan semua laki2 yg menyukaiku, untungnya aku tak sampai melakukan hal2 diluar batas. Sampai pada usia 16 tahun aku berfikir harus mengakhiri kecurangan2 itu dengan cara menikah, iya aku akhirnya memutuskan menikah diusia sedini itu yg akhirnya aku sesali sampai detik ini.
Aku tak sadar inilah awal kepedihan hidup yg sebenarnya.
Awal mula aku menikah dengannya aku bahagia, seakan2 aku memiliki kehidupan baru yg penuh kasih sayang. Padahal aku sendiri tau dia bukan org baik dia suka mabuk dia suka main perempuan dia suka berjudi, tp aku abaikan semua itu dengan segala kepolosan aku, sampai awal kejanggalan itu mulai mengusik dia mulai menjual harta peninggalan org tuaku sedikit demi sedikit, saat aku hamil dan melahirkan anak pertama dia mulai berani bermain perempuan dibelakangku termasuk balik lagi kepada mantan pacarnya, saat aku dalam segala keterbatasan mengurus anak dia sudah mulai berani tidak pulang dan entah berada dimana. Ya Tuhan cobaan apalagi ini..
Saat anak berusia 3 tahun aku diboyong pindah ke rumah mertua, dengan alasan biar umi ada yg bantu, biar kita ga usah mikirin soal biaya sehari2, aku menurutinya. Tp pada akhirnya aku hanya dijadikan pembantu dirumah mertuaku sendiri dan tanpa aku tau dia diam2 menjual rumah peninggalan orang tuaku harta yg tersisa satu2nya peninggalan alm org tuaku. Sakit rasanya yaa Tuhan apalagi ini...
Waktu demi waktu aku lalui, anakku makin besar makin butuh biaya, saat itu aku mulai berfikir buka usaha kecil2an didepan rumah mertuaku. Itupun dengan bermodalkan pinjaman bank dan hasilnya ga cukup memenuhi kebutuhan sehari2.
Dan entah setan apa yg mulai merasuki aku, aku mulai berani menunjukkan kekecewaanku, aku mulai berani berpakaian seksi, aku mulai berdandan, aku mulai berani bertukar nomer hp dengan laki2, aku udah ga peduli aku hidup menumpang pada mereka. Disaat itu suami pun sama tak pedulinya dia tetap mabuk2an dia tetap main perempuan.
Bukan, bukan aku tak pernah membahas semua itu dengannya tp pasti tiap kita bertengkar dengan masalah masalah itu dia melakukan kekerasan fisik maupun mental, dan aku akhirnya berfikir mending aku balas kelakuannya dengan hal yg sama. Aku lelah bertengkar dengan masalah2 yg sama sedangkan aku bercerai pun aku ga tau pulang ke siapa... Keluargaku menjauhiku karena suamiku melarang bertemu mereka pada akhirnya mereka melupakan aku.
Petualanganku dimulai dengan mengenal seseorang yg sangat tampan dan dia bilang siap menikahiku jika aku bercerai dengan suamiku, tp itu tak berlangsung lama karena dia menghilang entah kemana..
Sampai aku bertemu dengan sugar daddy, kaya raya dan aku dijanjikan segalanya, jangan salah sangka aku tak melakukan apa2 dengannya hanya dia berbulan2 sangat baik memberiku sedikit rejekinya buat jajan aku dan anak aku, pd saat dia memintaku bercerai dengan suamiku aku benar2 bingung menikah dengannya pun aku tak mau karena hanya dijadikan istri kedua akhirnya aku mundur. Aku fikir bukan seperti itu yg aku cari karena sebejat2nya aku, aku tak mau dijadikan istri kedua.
Dan pada akhirnya aku bertemu seorang teman lama, teman SD aku, bermula dari secangkir kopi kita ngobrol banyak tanpa bertukar nomor handphone kita hanya bertukar kabar keluarga bercerita tentang lucunya masa kecil, tp tanpa ku kira sebelumnya dia ternyata dibelakangku mencari2 nomer handphone aku ke teman2 aku. Suatu sore dia hubungi aku mengutarakan semuanya bahwa dia sayang dia mencintaiku sejak lama, entah darimana datangnya keberanian itu tanpa berfikir apapun aku menerimanya, awalnya aku anggap dia sama seperti yg lain yg pernah singgah dan pergi, tp makin hari dia makin membuatku yakin aku akan bahagia bersamanya. Keberadaannya membuat hari2ku bahagia aku kembali merasa seperti gadis yg baru merasakan jatuh cinta, aku tak peduli lagi tentang anak dan suami aku.
Dua bulan berselang aku semakin meyakinkan diri untuk berpisah dengan suami aku, aku mengira akan semudah itu mengajukan perceraian dengan keadaan dia seperti itu, ternyata aku butuh waktu cukup lama mendapatkan talaq darinya, tp dia sabar menungguku dan tetap meyakinkan aku bahwa dia ada untukku.
Enam bulan kemudian akhirnya aku resmi bercerai dengannya, iya aku berpisah tanpa membawa apapun hanya diberikan barang2 pribadi aku, tp aku yakin ini jalanku.
Dan iya dia tetap menerima keadaanku seperti itu, tepat 02 april 2010 setelah setahun lamanya memperjuangkan cinta terlarang itu aku menikah dengannya, dengan pernikahan yg sederhana dan sampai sekarang masih bersama, semoga untuk selamanya.
Apapun yg terjadi aku akan berusaha bertahan dan berjuang bersamanya, semoga Tuhan memberkahi kehidupanku dan rumahtanggaku dengannya meski diawali dengan cara yg memang salah.
Tp aku benar2 sayang padanya😊

Komentar